​​

Gunakan Prinsip Ekonomi Melingkar, Tetra Pak Indonesia Tunjukkan Kemajuan dalam Pengelolaan Sampah Secara Bertanggung Jawab


Kontribusi Nyata Lewat Penggunaan Sumber Daya Terbarukan, Pengadaan Bahan Produksi yang Bertanggung Jawab serta Peningkatan Upaya Daur Ulang 

Sebagai perusahaan yang memiliki komitmen dalam pengelolaan sampah yang bertanggung jawab, Tetra Pak Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk menanamkan dalam masyarakat praktik sampah terpilah dengan pola pelestarian ramah lingkungan. Komitmen ini dikemukakan secara langsung melalui partisipasi Tetra Pak Indonesia dalam acara Circular Economy Forum ke-2 yang diselenggarakan pada 28 - 30 Juni 2018 di Surabaya, Indonesia. Acara yang didukung oleh PRAISE (Packaging and Recycling Alliance for Indonesia Sustainable Environment atau Aliansi Untuk Kemasan & Daur Ulang Bagi Lingkungan Indonesia) ini merupakan bagian dari rangkaian acaraIndo Waste Forum & Expo yang diselenggarakan sejak 2017.

Melanjutkan diskusi penemuan solusi terbaik untuk isu pengelolaan sampah yang semakin rumit di Indonesia, Tetra Pak Indonesia mengambil kesempatan untuk menunjukkan upaya yang telah dilakukan dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan melalui inovasi produk dan teknologi, model bisnis dan program komunitasnya di Indonesia. Perusahaan pengemasan makanan dan minuman ini juga menunjukkan berbagai kemajuan dalam penerapan prinsip ekonomi melingkar dengan harapan dapat menginspirasi para pelaku industri untuk memaksimalkan potensi penggunaan setiap bahan produksi dan memulihkan bahan produksi yang telah mencapai batas masa pakainya. Penerapan konsep ini di Indonesia sangat penting dikarenakan sistem linear yang biasa digunakan telah menyebabkan negara ini terus mengeksploitasi sumber daya alam dan menghasilkan sampah.

Alih-alih menggunakan model ekonomi linier (ambil – pakai – buang), ekonomi melingkar menganalisis semua opsi yang ada untuk menggunakan sumber daya yang ada seminimal mungkin sejak awal guna menjaga sumber daya yang ada selama mungkin, membuatnya menghasilkan nilai guna yang maksimal saat digunakan, kemudian memulihkan dan meregenerasikan produk di akhir masa pakainya. Hal ini berarti merancang produk yang bukan hanya berumur panjang namun juga berkelanjutan sehingga dapat dengan mudah didaur ulang.

“Sebagai contoh, Tetra Rex® Bio-based adalah kemasan minuman dengan bahan dasar karton terbarukan pertama di dunia. Kertas karton ini berasal dari sumber-sumber yang disertifikasi dan dikendalikan oleh Forest Stewardship Council™ (FSC™). Material polietilena yang digunakan untuk bagian tutup, leher, dan lapisan kemasan berasal dari tebu yang dapat diperbarui dan dapat dilacak sumber produksinya,” ujar Gabrielle Angriani, Communications Manager Tetra Pak Indonesia.

Tetra Pak percaya pada kepemimpinan industri yang bertanggung jawab serta pendekatan berkelanjutan dalam bisnis yang mencakup penerapan prinsip ekonomi melingkar. Prinsip ini membantu mengamankan pasokan bahan secara jangka panjang guna mencapai tujuan perusahaan serta memenuhi harapan pelanggan dan masyarakat secara luas. Produk Tetra Pak dirancang untuk mencegah makanan terbuang sia-sia dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang ada.

Proses pengadaan yang bertanggung jawab adalah salah satu dari tiga tujuan strategis dalam manajemen rantai pasokan Tetra Pak. Proses tersebut memiliki sistem penjaminannya sendiri, yang diintegrasikan ke dalam Kerangka Kerja Tata Kelola Perusahaan (Corporate Governance Framework) serta didukung oleh visi, misi, dan nilai-nilai  yang dijunjung Tetra Pak. Tetra Pak juga merupakan anggota dari Circular Economy 100, sebuah inisiatif oleh Ellen MacArthur Foundation untuk mendukung penerapan ekonomi melingkar.

Reza Andreanto, Environment Manager Tetra Pak mengemukakan “Penerapan ekonomi melingkar secara efektif membutuhkan inovasi dan kemitraan. Tetra Pak memimpin dengan memberi contoh dalam hal mengerahkan potensi bahan terbarukan, mulai dari pengadaan bahan produksi yang berkelanjutan hingga proses daur ulang. Tahun 2017, Tetra Pak telah meluncurkan Dropbox khusus untuk Kemasan karton bekas minuman kepada 7 peritel dan 3 sekolah, dan saat ini ditahun 2018 kami sedang menjalankan keberlanjutan program ini kepada 8 peritel  dan 5 sekolah”​

Bersama dengan PRAISE, Tetra Pak berupaya memimpin dengan memberikan contoh dalam hal penggunaan potensi bahan produksi terbarukan, dari pengadaan bahan produksi secara berkelanjutan hingga proses daur ulang. Tetra Pak bersama dengan perusahaan yang tergabung dalam PRAISE terus mempromosikan pemahaman tentang cara pengelolaan sampah selama satu dekade terakhir. Anggota PRAISE termasuk Tetra Pak, Coca Cola, Danone, Unilever, Indofood, dan Nestle

Sebagai perusahaan pemrosesan dan pengemasan makanan dan minuman terdepan di dunia, Tetra Pak kian mengukuhkan komitmennya untuk lingkungan. Tetra Pak memiliki pendekatan menyeluruh terhadap konsep pengelolaan sampah yang bertanggung jawab melalui inovasi berkelanjutan, melalui pengumpulan dan daur ulang sampah karton bir bekas dengan melibatkan pelaku bisnis dari industri daur ulang untuk menghasilkan produk daur ulang. Gerakan 3L (Lepas, Lipat, dan Letakkan) yang telah diluncurkan sejak 10 tahun terakhir bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang kemasan Tetra Pak yang memiliki nilai ekonomi dan dapat didaur ulang setelah dikonsumsi.

Ke depannya, Tetra Pak Indonesia berharap dapat bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dan anggota PRAISE lainnya untuk belajar tentang praktik terbaik dalam mengatasi masalah pengelolaan sampah di Indonesia. ”Kami berharap dapat meneruskan kerja sama yang sudah terjalin dengan pemerintah Indonesia, para pelaku industri dan mitra strategis lainnya yang juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan untuk bersama menanggulangi masalah pengelolaan sampah di Indonesia dengan pendekatan ekonomi melingkar,” tutup Gabrielle.

Klik​ di sini​ untuk informasi lebih lanjut mengenai Tetra Pak Indonesia.